Jubah Raja Salman Sederhana, Tapi Termahal di Dunia
Lazimnya jas dipilih para pemimpin negara saat melakukan lawatan, namun Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al Saud tampil dengan jubah atau bisht sebagai luaran. Ia memakai bisht warna cokelat caramel dengan ornamen emas di pinggirnya.
Bhist memang bisa dipakai siapa saja termasuk orang biasa. Namun
apa pembeda jubah orang biasa dan keluarga kerajaan Saudi Arabia?
Mengutip arabnews.com, Kamis (2/3/2017) bisht menjadi busana resmi
para petinggi di negara-negara Arab, seperti politisi, ulama, dan para petinggi
termasuk keluarga kerajaan. Bhist paling mahal adalah jubah keluarga kerajaan
Arab Saudi.
Sebab dalam proses pembuatan bisht bagi keluarga kerajaan seperti
yang dipakai Raja Salman sepenuhnya buatan tangan atau handmade. Serta
menggunakan bahan dan benang kualitas nomor satu.
"Bisht
untuk keluarga kerajaan dirancang khusus dan dibuat dengan tangan. Mereka
menggunakan benang emas, benang perak, atau kombinasi keduanya," jelas
salah seorang penjahit Abu Salem dari Al Ahsa.
Sebab itu nilai satu jubah atau bisht bagi keluarga kerajaan
mencapai 20 ribu Riyal Saudi atau sekitar Rp 70 juta. Tergantung dari model
jahitan, warna, serta bahan dan benang yang digunakan.
Sementara bisht biasa bisa dibeli mulai dari 100 Riyal Saudi atau
sekitar Rp 350 ribu. Biasanya terbuat dari sutra imitasi dan kawat tembaga
sebagai pengganti ornamen emas.
Keluarga Kerajaan menyukai warna-warna netral atau basic seperti
hitam, coklat, beige, dan krem. Sementara untuk generasi muda mulai berani
memakai warna biru muda dan maroon.
Sebagai dalaman atau inner, para pria memakai baju panjang yang
dikenal dengan thawb atau thoebe yang di Indonesia biasa disebut gamis. Serta
dilengkapi dengan ghutrah atau sorban motif kotak-kotak merah dan karet
pengencang berwarna hitam.
Jika diperhatikan secara detail, cara pakai jubah atau bisht juga
unik. Meski memiliki dua bagian lengan, Raja Arab Saudi dan keluarga kerajaan
lainnya hanya memasukkan tangannya pada salah satu sisi saja. Sedangkan sisi
lengan lainnya dibiarkan menggantung.
Post a Comment